Kaos Etnik dan Pariwisata, Media Promosi Budaya Lokal

Diatei-Tupa-Merah
Diatei-Tupa-Merah
Diatei-Tupa-Merah

Menggunakan kaos sebagai media promosi budaya dan pariwisata memang sedang menjadi trend saat ini. Anda tentunya masih ingat bagaimana booming-nya kaos Dagadu Jogja beberapa tahun lalu. Namun, trend itu nampaknya belum surut, seiring dengan munculnya berbagai kreasi kaos yang mengangkat icon wisata dan pariwisata lokal sebagai tema utamanya. Selain sebagai peluang bisnis yang menjanjikan, kaos etnik dan pariwisata juga menjadi media untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya lokal ke daerah lain, bukan hanya di tanah air, namun juga ke seluruh dunia.

Bisnis Kaos Etnik dan Pariwisata dan Potensinya

Saat ini, hampir semua daerah wisata di tanah air memiliki kaos etnik dan pariwisata yang didesain dengan semenarik dan seunik mungkin untuk menarik minat pengunjung. Bagi sebagian orang, bisnis kaos etnik dan pariwisata mungkin hanya semata-mata sebagai usaha potensial yang nyaris tidak sepi peminat karena desain yang menarik dan harga yang terjangkau.

Namun bagi sebagian lainnya, bisnis kaos etnik dan pariwisata merupakan suatu bentuk tanggung jawab dan upaya untuk melestarikan nilai-nilai dan karakter budaya lokal. Media kaos bisa menjadi sarana kampanye wisata dan budaya yang efektif, karena penggunanya akan menyebar ke seluruh negeri dan bahkan ke manca negara. Sementara bagi pemerintah, pengembangan bisnis ini merupakan upaya untuk menggenjot perekonomian lokal dan mengurangi angka penangguran di tingkat lokal.

Contoh Kaos Etnik dan Pariwisata di Tanah Air

Sebenarnya banyak daerah di tanah air yang memiliki kaos etnik dan pariwisata, misalnya:

  • Kaos berdesain Diatei Tupa khas Batak Simalungun. Kaos dengan desain tangan yang menggenggam hati ini dirancang sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada pengunjung. Dalam bahasa Batak Simalungun, Diatei Tupa berari terima kasih.
  • Kaos Wawai khas Lampung; kaos etnik dan pariwisata ini menampilkan semua hal bertema lampung, termasuk sejarah dan pahlawan-pahlawan lokalnya, pariwisata alam, budaya, hingga sindiran dan kritikan yang membangun;
  • Kaos Hy-Munk khas Banjarmasin; kaos etnik dan pariwisata ini menjadi media promosi wisata yang menyajikan rekam jejak budaya lokal secara utuh.

Jika anda pernah ke Jogja, anda tentu mengenal kaos Dagadu dan desain-desainnya yang kreatif; atau, jika anda pernah ke Bali, kaos Joger yang kaya kata-kata mungkin menjadi oleh-oleh anda. Daerah-daerah lainnya di tanah air tentunya juga memiliki karya yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *